Inilah ijazah pertama dalam sejarah Kamyabi Homeschool Dikeluarkan untuk Mutiara Marwah Halim Ijazah Paket A, setara Sekolah Dasar.No: 02 PA 1500056, Tanggal 7 Januari 2008 Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007, tanggal 4 Mei 2007.
Semoga dapat memberi semangat kepada teman-teman homeschooling untuk lebih giat belajar di rumah… wassalam Mutiara Marwah Halim (yara) Siapa yang mau sharing silakan kirim Email ke: mutiaramarwah@yahoo.com
Muqaddimah Subhanallah, alhamdulillah wa laa ilaha illallahu Allahu Akbar. Dialah Allah Rabbul’alamin, yang telah mengajari Rasulullah SAW tanpa ada sepotong pun bangku sekolah. Rasulullah SAW pun telah mengajari sahabatnya tanpa ada sepetak pun gedung sekolah. Para sahabat pun mengajarkan apa2 yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada ahli keluarganya tanpa ada secarik pun seragam sekolah. Dan natijahnya, Allah SWT telah ridha terhadap mereka, bahkan diberi gelar “radhiyallahu anhum”. Inilah gelar yang pasti akan membawa masuk surga.
Para sahabat r.a. hidup penuh kesederhanaan, tidak ada bangunan khusus untuk sekolah, tidak ada meja khusus untuk belajar, dan tidak ada pakaian khusus untuk menghadap Pak Guru, tapi hasil didikan yang mereka capai sangat fantastis, anak-anak tumbuh menjadi pemuda yang cerdas dan tangguh.
Sebagai contoh Hasan & Husein bin Ali r.a. telah mampu meriwayatkan hadits dalam usia 6th. Said bin Tsabit r.a. telah hafal 17 surat dalam Al Quran di usia 6th. Amr bin Salamah r.a. telah menjadi imam ketika berusia 7th. Abdullah bin Abbas r.a. telah menjadi mufassir Al Quran pada usia 13th. Kaab bin Suur r.a. telah diangkat menjadi Hakim di Basra ketika 15th, Usamah bin Zaid r.a telah menjadi Panglima Perang ketika 17th, Ilyas bin Muawiyah r.a menjadi Qadi Basra ketika 17th, Mus’ab bin Umair r.a menjadi Duta Besar islam pertama ketika 18th, Atab bin Asid r.a menjadi Gubernur Makkah pada 19th, Yahya bin Aksam r.a menjadi Ketua Mahkamah Agung Baghdad ketika 21th, dan banyak lagi.
Bahkan dari kalangan wanita sangat terkenal Aisyah r.ha sebagai lulusan homeschooling. Biliknya adalah sekolah pertama di dunia. Gurunya adalah Rasulullah SAW sendiri dan Aisyah r.ha telah menjadi Ustadzah dan Muallimat yang sangat hebat sejak ditinggal wafat oleh Rasulullah SAW pada usia 18th. Muridnya pun sangat termashur seperti Abu Musa Al Asy’ari r.a., Abu Hurairah r.a. dll.
Apa saja yang mereka lakukan sehingga dapat mencapai hasil fantastis seperti ini? Tidak lain karena adanya keberkahan amalan agama sehingga mereka dapat menerapkan homeschooling yang baik.
Peran ibu sebagai madrasah awal bagi sang anak betul2 menjadi kenyataan. Pertemuan ayah2 mereka dengan Rasulullah SAW setiap hari tidak begitu lama, tapi apa2 yang diajarkan oleh Rasulullah SAW selalu diajarkan juga kepada isteri dan isteri ajarkan kepada anak. Sehingga pada masa itu banyak sekali anak-anak kecil yang sudah hafal Quran, hafal Hadits, dan ahli dalam berbagai keterampilan, tangguh dalam berbagai medan jihad.
Inilah yang kami lakukan di Kamyabi Homeschool, mengembalikan cara belajar orang-orang tempo doeloe yang telah terbukti mendapat ridha Allah. Tentu dengan sedikit penyesuaian zamani.
Saat ini para bapak sibuk di tempat kerja maka program belajar di arahkan langsung kepada sang anak yang didampingi oleh ibunya. Pertemuan kelas RKB (Rumah Kelompok Belajar) sangat sedikit tapi tugas-tugas rumah cukup banyak. Memang inilah tugas seorang ibu yakni menjadi mu’allimah dan murabiah, pengajar dan pendidik anak-anaknya.
Selamat berkarya wahai para ibu tercinta. Semoga program homeschool ini dapat membawa perubahan terhadap masa depan anak2 kita yang menjadi harapan dan pelanjut perjuangan Rasulullah SAW dan penerus cita-cita orang tua.
Saya mengajak, mari kita buktikan bahwa tanpa bangku sekolah, tanpa gedung sekolah, tanpa baju seragam, anak-anak kita dapat menjadi anak yang cerdas dan tangguh. Syaratnya sederhana yakni ibu-bapak harus punya niat yang sungguh-sungguh untuk sebuah perubahan. Bersedia insya Allah… alhamdulillah. Salam penuh ta’zim.
Abdul Halim Said Founder, Principle
Belajar Di Taman
Makan Bersama Setelah Belajar
Untuk Siapa?
Program ini untuk siapa…? Program ini dirancang untuk seorang ibu dan bapak yang memiliki sebuah cita-cita untuk anaknya.
Cita-cita apa itu, yakni sebuah cita-cita untuk menjadikan anak sebagai fotocopy Sahabat Nabi SAW.
Kenapa? Karena para Sahabat Nabi SAW telah terbukti berjaya menjalani kehidupan. Allah SWT telah ridha kepada mereka seluruhnya. Maka program ini dirancang untuk menapak tilas jejak langkah kaki mereka. Walaupun mungkin nanti hasilnya sangat jauh, tapi minimal jalan yang dilalui sudah menuju ke arah yang sama. Kata orang tua, kalau jalan yang di tempuh sama insya Allah lama-lama akan sampai juga kepada yang diikuti.
Program homeschool ini lebih kurang hanya 17 tahun. Insya Allah, lulus dari program homeschool ini ananda tidak akan jadi pekerja, tapi akan menciptakan pekerjaan. Kalau ada satu dua orang yang bekerja ia akan menjadi pekerja teladan, terampil, cerdas dan bertanggung jawab. Kenapa, karena idola mereka adalah Sahabat Nabi SAW.
Naik Kelas
Alhamdulillah semua anak2 Kamyabi Homeschool berhasil menempuh ujian kenaikan kelas pada 1 Muharam 1429 H. Usamah dan Aina naik kelas 2, Ukasyah, Shafiyyah, Khadijah, dan Aisha naik kelas 1. Doakan kami dapat menempuh ujian kehidupan yang lebih hebat kalau besar nanti.
Target
1. Setiap rumah menjadi madrasah 2. Setiap ibu menjadi mudarrisah 3. Setiap anak menjadi murid 4. Setiap ayah menjadi mudir
Aisha dan Shafiyyah
Latar
Latar depan Homeschool ini dibuat, sungguh sebuah cita-cita…!!! 1. Karena ingin mendidik anak mengikuti cara Nabi SAW a. Iman. Nabi SAW mengajarkan kalimat Laa ilaha illallah kepada anak yang baru mulai belajar bicara (HR Hasan Basri). b. Ibadah. Nabi SAW memerintahkan agar anak 7 tahun disuruh shalat dan anak 10 tahun dipukul jika tidak shalat (HR Abu Dawud). c. Akhlaq. Nabi SAW memerintahkan agar kamar anak laki2 dan perempuan dipisahkan ketika mereka berumur 10 tahun (HR Abu Dawud, Hasan Basri).
Aina berdoa sebelum ujian
Azas Pendidikan
1. Ibu adalah madrasah awal bagi anak 2. Menuntut ilmu adalah fardhu bagi setiap muslim 3. Yang disebut ilmu adalah mengenal Allah dan segala perintah-Nya
Tujuan Pendidikan
1. Jangka pendek: Untuk mencapai kualitas anak didik seperti anak-anak para sahabat Nabi SAW. 2. Jangka menengah: Untuk mencapai kualitas keterampilan ruhani dan jasmani seperti yang dimiliki para pemuda di zaman Nabi SAW dan sahabatnya r.a. 3. Jangka panjang: Untuk mencapai kehidupan yang diridhai Allah SWT dengan mengikuti cara hidup yang telah ditempuh oleh orang-orang yang telah diridhai oleh Allah SWT.
Prinsip
1. Jujur sampai mati (sikap) 2. Pantang menjadi beban (kemandirian) 3. Lebih baik terpaksa tapi masuk surga daripada sukarela tapi masuk neraka (mujahadah)
Kisah: Ikrimah r.a. adalah hamba sahaya milik Abdullah ibnu Abbas r.a. Kelak Ikrimah r.a. menjadi seorang ulama yang sangat terkenal, ia berkata; “Ketika tuan saya yakni Abdullah ibnu Abbas r.a. mengajari saya Al Quran, hadits dan syariat agama, maka beliau mengikat kaki saya agar tidak pergi ke mana-mana sehingga sepenuhnya mendengarkan pelajaran yang beliau sampaikan”Hasil pendidikan yang diterapkan Abdullah ibnu Abbas r.a. telah merubah seorang hamba sahaya menjadi seorang ulama besar pada zamannya sehingga diberi gelar ‘bahrul ummah’ atau ‘hibrul ummah’. Qatadah r.a berkata: “Di antara para tabi’in yang paling banyak ilmunya hanya empat orang, salah satunya adalah Ikrimah r.a.”
Shafiyyah berdoa sebelum ujian
Motto
Dunia anak adalah dunia bermain karena itu dalam permainan ada pelajaran dan dalam pelajaran ada permainan.
Wawasan Pendidikan
1. Pendidikan iman (kemurnian aqidah) 2. Pendidikan shalat (kekuatan ruhani) 3. Pendidikan ilmu ma'a zikir (keterampilan diri) 4. Pendidikan akhlaq (kepandaian bergaul) 5. Pendidikan ikhlas (kebersihan hati) 6. Pendidikan da’wah (kesadaran akan tanggung jawab)
Materi Pendidikan
Materi Pendidikan Kelas Diniyah Kelas Diniyah Awal (4-6) 1. Materi seputar iman, ibadah, akhlaq sambil belajar huruf hijaiyah, latin & berhitung. 2. Materi seputar iman, ibadah, akhlaq sambil belajar membaca. 3. Materi seputar iman, ibadah, akhlaq sambil belajar menulis.
Kelas Diniyah Tsani (7-9) 1. Materi seputar iman, ibadah, akhlaq sambil belajar adab & doa. 2. Materi seputar iman, ibadah, akhlaq sambil belajar hafal Quran. 3. Materi seputar iman, ibadah, akhlaq sambil belajar sifat sahabat.
Kelas Diniyah Tsalis (10-12) 1. Materi seputar iman, ibadah, akhlaq sambil belajar Bahasa Arab Inggeris & Urdu. 2. Materi seputar iman, ibadah, akhlaq sambil belajar Ayat Kauniyah & Alfadz Da’wah. 3. Materi seputar iman, ibadah, akhlaq sambil belajar Amal Maqami & Intiqali.
Kelas Aliyah (16-18) 1. Materi seputar iman, ibadah, akhlaq sambil belajar administrasi & akuntansi. 2. Materi seputar iman, ibadah, akhlaq sambil belajar perdagangan & ekspor impor. 3. Materi seputar iman, ibadah, akhlaq sambil belajar arsitektur & civil.
Materi Pendidikan Kelas Jamia Kelas Jamia (19-21) 1. Materi seputar iman, ibadah, akhlaq sambil belajar membuat perusahaan 2. Materi seputar iman, ibadah, akhlaq sambil belajar membuat sekolah. 3. Materi seputar iman, ibadah, akhlaq sambil belajar mendidik.
Metode Mengajar Belajar
Metode Mengajar sistem SAMBAL (Samian Bashiran Aliman) Caranya: 1. Samian - Perdengarkan, ulang apa yang didengar, sampaikan apa yang didengar. 2. Bashiran - Perlihatkan, bentuk, warna, rasa, aroma, gerak. 3. Aliman - Jelaskan, apa, mengapa, kapan, bagaimana, dimana, siapa?
Metode Belajar SILABUS (Simak, Latih, Buat, Setor) 1. Simak apa yang disampaikan 2. Latih apa yang dipelajari 3. Buat apa yang ditugaskan 4. Setor apa yang dibuat
Metode Tahfidz TULBAHATUL (Tulis, Baca, Hafal, Tulis) 1. Tulis - apa yang mau dihafal 2. Baca - apa sudah ditulis 3. Hafal - apa yang sudah dibaca 4. Tulis - apa yang sudah dihafal
on the street
Tanya Jawab
1. Siapa yang boleh mengikuti program homeschool? Orang tua yang punya anak usia 4 – 21 tahun dan memiliki sebuah cita-cita untuk anaknya. 2. Siapa yang akan mengajari anak saya? Pengajar utamanya adalah orang tua (ibu atau siapa saja yang banyak berada di rumah). 3. Bagaimana bisa mengajar sedangkan belum tahu programnya? Tersedia pengasuh (tutor) yang akan membimbing ibu dan anak dalam mengerjakan tugas-tugas belajar. 4. Dimana belajarnya? Tempat utama untuk belajar adalah di rumah sendiri. Pertemuan kelas di RKB (Rumah Kelompok Belajar) hanya sekitar satu jam per pertemuan. Dalam sepekan pertemuan paling banyak hanya lima kali. Semakin tinggi kelasnya semakin jarang frekuensi pertemuannya. 5. Program homeschool ini dirancang untuk berapa tahun? Idealnya 17 tahun, dari usia 4 – 21 tahun. Jika ada yang memulai dari usia 8 atau 15 tahun maka modul pelajaran yang diberikan akan disesuaikan setelah lulus Modul Diniyah Awal. 6. Apa saja materi pendidikan yang diberikan? Setiap murid baru diajarkan asmaul husna, mengenal 99 nama-nama Allah. 7. Bukankah itu terlalu berat bagi anak kecil? Sebenarnya ini adalah pelajaran yang sangat mudah karena sesuai fitrah. Justeru mengenal makhluk (benda) adalah pelajaran yang sangat berat. Contoh untuk menjadi seorang Professor ahli biologi perlu waktu bertahun-tahun, tapi mengenal Allah dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. 8. Setelah pelajaran mengenal Allah, apa pelajaran selanjutnya? Selanjutnya mengenalkan sejarah nabi-nabi, kisah-kisah sahabat. Mereka adalah segolongan orang yang telah diakui berhasil menjalani kehidupan. Maka siapa saja yang ingin berhasil selayaknya ikut kepada mereka yang sudah berhasil. 9. Apa tidak ada pelajaran seperti menulis, membaca, menghitung, dll? Ada, tapi bukan sebagai tujuan. Menulis, membaca, menghitung, meneliti, dll. hanya sebagai sarana untuk mengenal Allah, kekuasaan Allah, perintah-perintah Allah, dll. 10. Apa pelajaran seperti itu saja diberikan terus menerus, maksudnya tidak ada pelajaran umum? Ada juga, mulai usia 10 tahun diberikan pelajaran bahasa asing (Arab, English, Urdu, dll sesuai pilihan). Usia 13 tahun diberikan pelajaran biologi, kimia, pertanian, peternakan, computer, programming. Usia 16 tahun diberikan pelajaran administrasi, akuntansi, perdagangan, ekspor impor, arsitektur dan civil. Usia 19 tahun praktikum menjadi pengusaha, membuat perusahaan (pabrik, pemasaran, distribusi, pemasok, usaha profesi seperti tukang, designer, bengkel, penulis, atau melanjutkan program homeschool, dll) 11. Bagaimana Metode Belajarnya? Secara garis besar, Kamyabi Homeschool menggunakan Metode CBSAPlus (Cara Belajar Siswa Aktif) Plus yang disingkat SILABUS (Simak, Latih, Buat, Setor) Simak apa yang disampaikan Latih apa yang dipelajari Buat apa yang ditugaskan Setor apa yang dibuat. 12. Bagaimana mengenal bakat dan minat anak? Kamyabi Homeschool akan membantu orang tua untuk mengenali bakat dan minat anaknya. Terkadang seorang anak memiliki minat terhadap sesuatu tetapi dia tidak berbakat, begitu juga seorang anak memiliki bakat terhadap sesuatu tapi dia tidak berminat. Ini harus disikapi secara bijak oleh orang tua, karena jika salah maka bisa jadi sang anak akan frustrasi dan orang tua pun kecewa. Ada metode untuk mengenal minat dan bakat anak: Usia Diniyah 04 – 12th Penelitian minat dan bakat, Usia Tsanawiyah 13 – 15th Pengarahan minat dan bakat, Usia Aliyah 16 – 18th Penajaman minat dan bakat, Usia Jamia 19 – 21th Karya nyata minat dan bakat. 13. Dari usia berapa mengenali bakat anak? Sebenarnya minat dan bakat anak dapat diketahui sejak usia sekitar 5 tahun, bahkan sebelum itu, tapi ini masih labil. Maka penngenalan minat dan bakat secara formal mulai dilakukan pada usia 10 tahun, kemudian diarahkan pada usia 13 tahun dan ditajamkan pada usia 16 tahun. Praktik mulai 19 tahun. 14. Berapa biaya paket programnya? Biaya Registrasi Rp. 100.000,- akan mendapatkan NISBi (Nomor Induk Siswa Binaan) Kamyabi Homeschool. Starter Kit Rp. 2.500.000,- Konsultasi Rp. 3.400.000,- Akan mendapatkan Buku PDA: Paket Diniyah Awal - Paket 1, terdiri dari 50 buku untuk setahun. 15. Apakah nanti ada ijazah kenaikan kelas atau kelulusan? Ya, ada ijazah dan diakui sebagaimana lulusan sekolah umum. Untuk kenaikan kelas diselenggarakan sendiri di dalam keluarga. 16. Apakah setiap anak mendapat nomor siswa? Ya, setiap anak akan mendapatkan Kartu Tanda Siswa Kamyabi Homeschool dan nomor siswa. 17. Apakah nanti mendapat ijazah setingkat SD, SLTP dan SLTA? Ya, dapat diusahakan secara mandiri ataupun kolektif dengan mengikuti Program Paket A untuk SD, Paket B untuk SLTP dan Paket C untuk SLTA. 18. Siapa yang membayar gaji tutor? Orang tua murid. 19. Setiap tutor diperbolehkan mengasuh berapa anak? Setiap tutor maksimal mengasuh 20 anak dalam sehari. Dengan sekali pertemuan maksimal 5 - 10 anak. 20. Apakah tidak ada pertemuan anak dalam jumlah besar? Ada juga tapi hanya dalam kompetisi-kompetisi pelajaran atau keterampilan yang diselenggarakan antar wilayah secara periodikal, menurut kebutuhan. 21. Bagaimana cara memulainya homeschooling? Silakan kirim uang untuk membeli Starter Kit dan anda akan mendapatkan petunjuk bagaimana memulainya. 22. Bagaimana kalau saya menjadi agen? Boleh juga, silakan kirim uang untuk membeli Starter Kit minimal 10 paket. 23. Apakah Kamyabi Homeschool sudah mendapat izin pemerintah? Kamyabi Homeschool sejak 31 Oktober 2005 telah menjalankan UU No. 20 Thn. 2003 tentang Sisdiknas Pasal 27, ini adalah program Pemerintah untuk mencerdaskan bangsa. Homeschooling adalah salah satu program pemerintah melalui Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Nasional Bidang PLS ( Pendidikan Luar Sekolah). Bermilyar-milyar anggaran Negara telah dibelanjakan agar rakyat menjadi pintar. 24. Apa Target akhir dari program homeschool ini? 1. Setiap rumah menjadi madrasah (tempat belajar dan mengajar) 2. Setiap ibu menjadi mudarrisah (guru bagi anak-anaknya) 3. Setiap anak menjadi murid (memiliki sifat pelajar) 4. Setiap ayah menjadi mudir (direktur, kepala rumah tangga) 25. Dimana mendapatkan Paket Program Homeschool? KAMYABI Homeschool Jl. Seroja I Blok UK-38 Bumi Serpong Damai Sektor 1.2 Ext. Serpong Tangerang 15318 Propinsi Banten Indonesia Telp (021) 70068092 SMS 0813 9910 8585 Fax. 5379725 Email: kamyabihomeschool@yahoo.co.id Rekening BCA No. 899 013 2292 (Zubaidah) BMI N0. 3030011110 (Kamyabi) Website: www.kamyabihomeschool.com
Aturan Kelas Diniyah Awal (4 – 6) 1. Saling sayang, saling mendahulukan, saling menolong karena Allah. 2. Kebaikan dibalas lebih baik, keburukan ditutupi, dimaafkan, didoakan dan diberi hadiah. 3. Yang besar mengalah kepada yang kecil, yang kecil hormat kepada yang besar. 4. Kalau bertengkar diselesaikan dengan musyawarah, saling memaafkan dan senyum. 5. Siapa memukul duluan dirotan, siapa menangis lebih dari 3 menit dirotan 6. Siapa berkata bohong, kasar atau tidak sopan dirotan. 7. Siapa mengotori dia yang membersihkan. 8. Siapa keluar rumah tanpa izin dirotan. 9. Siapa berlaku curang dirotan. 10. Siapa ketinggalan takbiratul 'ula dalam shalat berjamaah dirotan.
Aturan Kelas Diniyah Tsani (7 – 9) 1. Taat Peraturan Kelas Diniyah Awal. 2. Menjadi teladan akhlak anak Kelas Diniyah Awal. 3. Membimbing dan mendidik anak Kelas Diniyah Awal. 4. Melaksanakan tugas belajar mengajar Kelas Tsani.
Aturan Kelas Diniyah Tsalis (10 – 12) 1. Taat Peraturan Kelas Diniyah Tsani. 2. Menjadi teladan akhlak anak Kelas Diniyah Tsani. 3. Membimbing dan mendidik anak Kelas Diniyah Tsani. 4. Melaksanakan tugas belajar mengajar Kelas Diniyah Tsalis.
Aturan Kelas Wustho dan Jamia (13->) Anak kelas Wustho dan Jamia sepenuhnya mengikuti aturan lelaki dan wanita aqil baligh di dalam Islam.
0 komentar:
Poskan Komentar