Senin, 01 November 2010

Webiste Hilang,... Alhamdulillah Sudah Ketemu Lagi

2 Nov '10. Mohon MAAF, kepada seluruh visitor kamyabi homeschool karena gangguan teknis maka hari ini 2 nov 2010 website www.kamyabihomeschool.com (berbasis weebly) tiba-tiba menghilang entah kemana. Kami telah melakukan konfirmasi dengan Magnet Hosting qq Sdr Romzon tapi katanya tidak punya backup data...(wah...?)

Karena itu kami sajikan kembali website berbasis blogspot ini. Tentu banyak informasi yang ketinggalan karena itu kami mohon maaf, memerlukan beberapa masa untuk meng-update kembali. Wslm.

Team Sisinfo Kamyabi HS.

4 Nov '10. Alhamdulillah, setelah melewati masa propagasi 24 jam akhirnya website: www.kamyabihomeschool.com telah aktif kembali. Ini bukan masalah Kamyabi tapi masalah Magnet Hosting yang sedang memperbesar usahanya sehingga terpaksa migrasi dari jalur biasa ke jalur toll. Kami ucapkan Selamat kepada Seluruh Crew Magnet Hosting semoga tambah sukses.

Berikut ini kisahnya...

Terkait dengan proses migrasi IP Address Jaringan Magnet Hosting seperti yang diberitahukan sebelumnya, baik melalui On Magnet maupun melalui E-mail ke semua pengguna layanan Magnet Hosting, dengan ini diinformasikan bahwa Account shared hosting di semua server shared hosting Magnet Hosting akan di migrasi ke IP Address yang baru.

Informasi mengenai IP Address yang baru akan diberikan secara terpisah melalui e-mail ke semua pengguna layanan shared hosting Magnet Hosting.

Migrasi ini akan mulai dilakukan pada hari ini tanggal 29 Oktober 2010 Pk. 20.00 WIB s/d selesai. Perubahan IP Address ini sendiri tidak memakan waktu lama, namun mohon diantisipasi masa propagasi DNS yang akan berbeda untuk setiap ISP, atau tergantung kepada koneksi internet yang anda gunakan.

Terima kasih atas kepercayaan anda kepada Magnet Hosting, dan mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Rabu, 29 September 2010

Sertifikat Keanggotaan Asah Pena

Alhamdulillah, Selasa 28 Sept '10 pk 14.30 Kak Seto (DR Seto Mulyadi) menandatangani Sertifikat Kamyabi Homeschool sebagai anggota AsahPena (Asosiasi Sekolah Rumah dan Pendidikan Alternatif). Dalam pertemuan di Senayan yang turut dihadiri oleh Pengurus AsahPena Jakarta Utara tersebut Kak Seto menyampaikan bahwa sekarang ada homeschooling Muslim Amerika dan asosiasi homeschooling muslim dunia yang sudah menyatakan minat untuk bekerjasama dengan homeschooling muslim Indonesia. Menurut Budi Trikorayanto, sekjen AsahPena Pusat, bahwa dari sekian banyak anggota asosiasi ini, baru Kamyabi Homeschool yang secara jelas menyatakan diri sebagai homeschooling muslim.

Kamis, 19 Agustus 2010

Aku Sekolah di Rumah

Aku sekolah di rumah,
ikut program Kamyabi Homeschool - Anggota Assosiasi Sekolah Rumah dan Pendidikan Alternatif (Asah Pena) No. 31/AP-KTS/VIII/2010

Naik kelas seperti anak sekolah biasa, dapat rapor juga.
Mau masuk sekolah biasa?
Bisa juga karena punya Rapor.

Dari sekolah biasa mau kembali Sekolah Rumah?
Bisa juga, fleksibel kan...?!

Kamyabi Homeschool mulai 17 Agustus 2010 menerima siswa SD, SLTP dan SLTA.

Materi Ujian sama seperti anak sekolah biasa.

Ujian seperti seperti anak sekolah biasa, Ujian Nasional.
Dapat ijazah juga. Ijazahnya setara dengan sekolah biasa.

Ijazahnya dapat dipakai ikut UNPTN bahkan dapat dipakai sekolah ke luar negeri.

Ijazahnya juga dapat dipakai untuk melamar pekerjaan yang memerlukan ijazah formal, seperti menjadi pegawai negeri, dll.

Biaya Pendaftaran:
SD. Rp. 1.900.000,-
SLTP. Rp. 2.900.000,-
SLTA. Rp. 3.900.000,-

Hayo buruan daftar:
Via SMS: 0813 9910 8585

Selasa, 27 April 2010

Rumah Kelompok Belajar Kamyabi Homeschool

Syarat:
1.
Mendaftar sebagai Anggota RKB (Rumah Kelompok Belajar)
2.
Membayar Biaya Administrasi RKB Rp. 600.000,-
3.
Memiliki fasilitas belajar-mengajar di rumah
4.
Bersedia mengajar atau menyediakan tutor
5.
Menerima anak tetangga untuk ikut belajar
6.
Mengadakan pertemuan kelas minimal sekali sepekan
7.
Waktu pertemuan kelas maksimum 60 menit
8.
Jumlah anak per kelas maksimum 10 siswa
9.
Menghadiri pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan Rumah Pusat
10.
Memiliki minimal 1 set Paket 1 (50 buku)

Keuntungan RKB:
1.
Dapat membeli Paket Modul dan Layanan Kamyabi Homeschool dengan cara patungan
2.
Diperkenankan mengutip biaya pendidikan -besarnya sesuai kesepakatan orang tua peserta RKB- (biaya pendidikan dapat menjadi Gratis jika ada yang bersedia menjadi sponsor, misalnya ada mukmin dermawan yang bersedia menanggung, atau anggaran pemerintah, dll)
3.
Mendapat keuntungan langsung 10% dari penjualan Paket Modul dan Layanan Kamyabi Homeschool
4.
Keuntungan lain yang berhubungan dengan penjualan produk dan jasa

Minggu, 25 April 2010

Pemicu Homeschooling Macam2

video

Pemicu orang tua menjalani program homeschooling macam-macam, ujar Bapak Abdul Kahar dari Ditjen PNFI Depdiknas RI, di dalam sambutannya pada Acara Silaturrahim dengan Anak-anak Kamyabi Homeschool BSD City Serpong, Ahad 25 April 2010.

Artis Neno Warisman

Beliau menceritakan bagaimana misalnya artis Neno Warisman terpicu ketika sedang menjemput anaknya di sekolah kelas 3 SD, ia menyaksikan anaknya sedang berolahraga terjemur panas matahari. Maka dia keluarkan anaknya dari sekolah kemudian memulai homeschooling.

Anak Menteri

Homeschooling ini bukan hal baru di Indonesa, bahkan anak Menteri ada yang homeschooling. Misalnya anak ex Menteri BUMN Bapak Sofyan Jalil menjalani program homeschooling. Alhamdulillah kami juga yang memfasilitasi ujian nasionalnya Paket C. Ijazahnya diakui bukan hanya di dalam negeri tapi bahkan di luar negeri. Sekarang anak itu kuliah di Australia.

Kesan Homeschooling adalah High-Class

Memang sementara ini ada kesan bahwa homeschooling hanya milik orang-orang mapan, karena memerlukan fasilitas yang ekstra seperti computer, internet, dll. tapi sebenarnya setiap keluarga memiliki kesempatan yang sama untuk mendidik anaknya di rumah. Mudah-mudahan kamyabi dapat memfasilitasi homeschooling yang lebih terjangkau. Ujar Drs. Abdul Kahar, M.Pd, yang kini menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Kesetaraan Pendidikan Dasar Ditjen PNFI.

Cara Sahabat Belajar

Pada kesempatan tersebut Bapak Abdul Halim Said (Bang Ied), pendiri Kamyabi Homeschool melaporkan bahwa sekolah rumah itu dimulai tahun 2005. Intinya ingin meniru cara sahabat Nabi belajar, ujarnya…

Di dalam laporan tertulisnya yang ditujukan kepada Presiden RI beliau menulis bahwa, Suatu hari di tahun 2005 kami melihat segerombolan anak sekolah, lelaki dan perempuan, saling menyemprotkan cat aneka warna di baju seragam mereka, sambil tertawa lepas penuh kegirangan, kejar-mengejar satu sama lain.

Tiba-tiba timbul rasa menyesal yang sangat mendalam di dalam hati, rasa bersalah bercampuraduk dengan rasa duka dan marah yang tak tertahankan. Ini adalah bukti kegagalan sekolah, sia-sia segala pelajaran kebaikan selama betahun-tahun. Kemana hendak mengadukan perkara ini?

Baca Selengkapnya…>>

Acara silaturrahim ini berlangsung penuh kekeluargaan, ananda Ukasyah dan Usamah setoran Hafalan 40 Hadits kepada Bapak Abdul Kahar. Acara yang dipandu oleh Ustadz Adriansyah ini dihadiri para tetangga dan Jamaah Masjid Darul Ishlah, As Syarif, Al Ihzan, Al Ikhlas, An Nur, dll. Dan turut dimeriahkan pula dengan kehadiran artis Jhon Dayat. (mm)

Minggu, 04 April 2010

Biaya Homeschooling ternyata hanya Rp. 50.000,- per Bulan


Subhanallah, mahal sekali ya..., gaji abinya nggak cukup untuk beli paket itu, apakah ada alternatif lain... beli per modul mungkin...? (pertanyaan dari 110029 - Jawa Tengah)
Kalau dihitung-hitung Biaya Paket 1 adalah Rp. 5.900.000,- : 12 = 491.667 per bulan, mudahnya dibulatkan menjadi Rp. 500.000,- Mulanya ada yang merasa keberatan, karena mereka belum menghitung bahwa dalam setahun biaya anak sekolah jauh lebih mahal dari itu. Dan biaya Paket Perdana Kamyabi Homeschool jauh lebih terjangkau dibanding biaya lembaga homeschooling lainnya.
Kemudian ada seorang ibu yang kreatif, atas izin suaminya dia kumpulkan tetangganya bermusyawarah untuk mengatasi masalah biaya. Terkumpul sepuluh orang. Sang ibu mendaftar seperti biasa, membayar Paket I - Rp. 5.900.000,-
Dia bercerita bahwa kami hanya membayar Rp. 50.000,- per bulan. Bagaimana bisa...? Kami patungan 10 orang. Dan alhamdulillah rumah kami juga menjadi RKB (Rumah Kelompok Belajar).
Senang melihat anak-anak bermain dan belajar bersama di rumah kami.

Catatan: Sebenarnya masalah biaya dapat diatasi dengan cara antara lain sbb:
1. Tawakkal kepada Allah
2. Patungan ( 2, 5, 10 orang, dll)
3. Program Bea Siswa
4. Bantuan Lembaga Sosial
5. Bantuan Pemerintah
6. Bantuan Mukmin Dermawan

Percayalah bahwa di dunia ini tidak ada yang gratis. Sesuatu yang didapatkan secara gratis tidak akan dihargai dan bahkan dianggap sepele. Justeru semakin mahal suatu benda semakin dijaga dan dimuliakan. Inilah tabiat azali manusia. Para sahabat r.hum begitu gigih membela imannya karena mereka mendapatkannya dengan taruhan nyawa. (BI)

Rabu, 31 Maret 2010

Bank Syariah dan Sekolah Syariah

Alhamdulillah kita sudah lama kenal dengan bank syariah tapi kita belum kenal dengan sekolah syariah.
Apa sih sekolah syariah itu, apa bedanya dengan sekolah konvensional…?

Mengapa Pondok-pondok Pesantren, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, Institut Agama Islam Negeri tidak dapat disebut sebagai sekolah syariah, padahal yang diajarkan di sana adalah ilmu-ilmu syariah.
Apa sebenarnya sekolah syariah itu, gedungnya seperti apa, kelasnya seperti apa, laboratoriumnya seperti apa…?
Siapa yang sekolah di sana, tinggal di mana anak sekolahnya, siapa gurunya, tinggal di mana gurunya…?

Berapa bayarnya, apa pakaian seragamnya, apa kurikulumnya, apa ekstra kurikulernya, di mana sekolah itu adanya, bagaimana hasilnya...? Baca Jawabannya...>>